MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS
Sistem Penilaian Proses
Pembelajaran Sains
Penilaian merupakan
serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data
tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilkukan secara sistematis,
dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan
keputusan (Trianto, 2010). Penilaian hasil belajar peserta didik
dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara
nasional. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar
peserta didik. Penilaian dapat berupa ulangan dan atau ujian. Dalam dunia
pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makana ditinjau
dari berbagai segi.
A. Tujuan Penilaian
Tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal:
1. Penelitian
berfungsi selektif
Dengan mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk
mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswa.
2. Penilaiain
berfungsi diagnostik
Dengan mengadakan penilaian, sebenarnya guru mengadakan
diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahan-kelemahannya.
3. Penilaian
berfungsi sebagai penempatan
4. Penilaian
berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor
yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana dan sistem administrasi.
B. Aspek
Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan
menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap.
Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek dalam kerangka kurikulum IPA
seperti ditunjukkan di bawah
1) Penilaian Pengetahuan,
pemahaman dan penerapan konsep IPA
2) Penilaian Keterampilan
dan Proses
3) Penilaian karakter dan
sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan
ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Penilaian Pengetahuan,
Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA
Penilaian
pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan
untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta,konsep, prinsip, dan
hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalamkehidupan. Peserta didik diharapkan
dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi
di masyarakat, danmenanggapi isu-isu lokal dan global.
2. Penilaian Keterampilan
Proses
Penilaian
dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA
dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan
keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilanproses IPA dasar meliputi
observasi, inferensi, melakukan pengukuran,menggunakan bilangan, klasifikasi,
komunikasi, dan prediksi. Di samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan
dengan kemampuan melakukan percobaansederhana dengan dua variabel atau lebih
untuk menguji hipotesis tentanghubungan antar variabel. Peserta didik juga
dilatih mengkomunikasikan hasilbelajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat,
diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai
keterampilan proses ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu
dikuasai untuk peserta didik.
a. Observasi
Penilaian keterampilan
melakukan observasi dinilai pada saat melakukanobservasi dalam rangka
memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan
panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan,
interpretasi, dan investigasi.
b. Komunikasi
Keterampilan
berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan
grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual,
baik secara tertulis maupun lisan.
c. Klasifikasi
Keterampilan melakukan
klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagai objek untuk mempermudah
mempelajarinya, berdasarkan persamaan,perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
d. Pengukuran
Keterampilan melakukan
pengukuran menggunakan alat ukur standar untuk melakukan observasi
secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta
mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi
penggaris,meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan
sebagainya.
e. Inferensi
Keterampilan melakukan
interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita.Kemampuan ini dibutuhkan
antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasi menghubungkan pengalaman lampau
dengan apa yang sedang dilihat.
f. Prediksi
Keterampilan melakukan
prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti dan inferensi untuk memprediksi apa yang
akan terjadi untuk menentukan reaksi yangtepat terhadap lingkungan.
g. Percobaan Sederhana
Keterampilan melakukan
percobaan diawali dengan kemampuan menyusun pertanyaan, mengidentifikasi variabel,
mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain
percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan
interpretasi data.
3. Penilaian sikap
Penilaian sikap ilmiah
meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitu saja sesuatu sebagai kebenaran,
ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah. Selain itu, kemampuan
bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima saran, dan
kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukan melalui pembelajaran IPA.
C. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen
yang digunakan untuk penilaian kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:
a. Penilaian kompetensi
sikap
Pendidik melakukan
penilaiankompetensi sikap
melalui observasi, penilaian diri, penilaian
“teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik
dan jurnal. Instrumen yang digunakan
untuk observasi,penilaiandiri,danpenilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (ratingscale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa
catatan pendidik.
b. PenilaianKompetensi
Pengetahuan
c. Penilaian Kompetensi
Keterampilan
Pendidik menilai
kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang
menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu
dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian
portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
D. Prinsip Penilaian
1. Sahih
2. Objektif
3. Terpadu
4. Ekonomis
5. Transparan
6. Akuntabel
7. Sistematis
8. Beracuan kriteria
9. Menyeluruh/kmprehensif
10.Mendidik
E. Standar Penilaian IPA
Latar belakang disusunnya
Standar pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap
IPA bukan hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk
bertahan hidup (NRC, 1996).Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan
kualitas praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima
bidang sebagai berikut:
1. Konsistensi penilaian
dengan suatu keputusan merupakan desain untuk informasi
2. Penilaian prestasi dan kesempatan untuk
belajar sains
3. Mencocokkan antara kualitas
teknis dari kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu dilakukan
berbasis data tersebut
4. Kejujuran dalam praktik
penilaian
5. Ketepatan penarikan
kesimpulan berdasarkan penilaian tentang prestasi siswa
dan kesempatan untuk belajar.
Dalam visi yang dijelaskan oleh National Science
Education Standards, penilaian adalah mekanisme umpan balik utama dalam
sistem pendidikan sains. Standar penilaian menyediakan siswa dengan umpan
balik tentang seberapa baik mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik
tentang seberapa baik siswa mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang
efektivitas guru dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik
tentang seberapa baik kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya
merangsang perubahan kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan
mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.
F. Perubahan Fokus Standar Penilaian
Berdasarkan National Science Education Standard
in the United States(National Research Council, 1996) perubahan
fokus yang terjadi pada standar penilaian adalah sebagai berikut:
|
Hal yang Dikurangi
|
Hal yang Diutamakan
|
|
Menilai yang mudah diukur
|
Menilai yang paling berharga
|
|
Menilai pengetahuan
yang memiliki
ciri yang jelas
|
Menilai pengetahuan
yang kaya
dan
berstruktur baik
|
|
Menilai pengetahuan yang bersifat ilmiah
|
Menilai pemahaman dan pemikiran
Ilmiah
|
|
Menilai untuk
mempelajari apa
yang
tidak dipahami siswa
|
Menilai untuk
mempelajari apa
yang dipahami siswa
|
|
Hanya melakukan penilaian atas pencapaian
|
Menilai pencapaian dan peluang untuk belajar
|
|
Penilaian akhir dilakukan oleh guru
|
Siswa terlibat dalam penilaian yang
sedang berlangsung
atas hasil kerjanya dan hasil kerja temannya
|
|
Pengembangan penilaian
eksternal hanya oleh ahli
|
Guru terlibat dalam pengembangan
penilaian eksternal
|
Tabel Perubahan Fokus
Standar Penilaian
Proses penilaian adalah
alat yang efektif untuk mengkomunikasikan harapan sistem pendidikan
IPA untuk semua pihak yang terkait dengan pendidikan IPA. Praktek penilaian dan
kebijakan memberikan definisi operasional apa yang penting untuk
dilakukan. Misalnya, penggunaan dari proses penyelidikan/inquiri untuk
penilaian tugas siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru
mengajar, dan dimana sumber daya yang harus dialokasikan.
Penilaian adalah
sistematis, proses tahapan yang melibatkan pengumpulan dan interpretasi data
pendidikan. Standar penilaian meliputi empat komponen dapat dikombinasikan
dalam berbagai cara. Misalnya, guru menggunakan data prestasi siswa untuk
merencanakan dan memodifikasi praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna,
metode, dan data berkontribusi terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian
proses.
Dari artikel
diatas Saya ingin mengetahui beberapa hal yaitu
1. Bagaimanakah kriteria penilaian
proses dan hasil belajar dan apa saja ruang lingkupnya?
2. Apakah proses Penilaian sains diIndonesia sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku?
3. Apakah sama sistem penilaian proses pembelajaran sains dengan pembelajaran
biasa? Kalau sama coba anda jelaskan, dan jika berbeda juga jelaskan?
Saya mencoba menjawab pertanyaan no 2, menurut saya proses penilaian sains sudah berjalan, hanya saja belum maksimal, karena ada beberapa hal, diantranya membutuhkan waktu yg banyak, sehingga ada proses yg terlewatkan, contohnya pada penialaian proses ada banyak keterampilan yg harus dimiliki siswa dan itu semua hrus dinilai. sekian...
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 1.
Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung.
penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu.
Ruang lingkup nya yaitu :
a) Program pendidikan
b) Proses belajar mengajar
c) Hasil-hasil belajar
Terima kasih
BalasHapusMenanggapi soal no 3.
Menurut saya kalau secara umum sama saja sistem penilaian proses sains dengan yang lainnya.
Mungkin kalau yang berbeda itu, kalau di sains terdapat penilaian praktikum, kalau pada yang lain mungkin tidak terdapat penilaian praktikum.
Sebagaimana pada tujuan penilaian itu baik sains maupun yang lainnya memiliki tujuan yang sama, yaitu :
1) menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu,
2) menentukan kebutuhan pembelajaran,
3) membantu dan mendorong siswa,
4) membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik,
5) menentukan strategi pembelajaran,
6) akuntabilitas lembaga, dan 7) meningkatakan kualitas pendidikan
saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusmenurut saya ada 5 yang mencakup Ruang lingkup penilaian proses dan hasil belajar yaitu
1.Sikap mencakup kebiasaan, motivasi, minat,dan bakat. contohnya bagaimana sikap peserta didik terhadap guru,
2. Pengetahuan dan Pemahaman peseta didik.
3. Kecerdasan meliputi apakah peserta didik samapi taraf tertentu sudah dapat memecahkan masalah-masaah yang di hadapi dalam pelajaran.
4. Perkembangan jasmani meliputi apakah jasmani peserta didik sudah berkembang secara harmonis, apaka peserta didik sudah membiasakan diri hidup sehat
5. Keterampilan, dimana menjelaskan apakah peserta didik sudah terampil membaca, menulis dan menghitung, apakah peserta didik sudah terampil menggambar atau olahraga.
terimakasih ^_^
Assalamualaikum saya akan menanggapi pertanyaan no.1
BalasHapusBagaimanakah kriteria penilaian proses dan hasil belajar dan apa saja ruang lingkupnya?
Kriteria penilaian proses: a. Konsistensi kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum. b. Keterlaksanaannya oleh guru, c. Keterlaksanaannya oleh siswa, d. Motivasi belajar siswa, e. Keaktifan para siswa dalam kegiatan belajar.
Ruang lingkup penilaian proses dan hasil belajar adalah sebagai berikut.
1. Sikap mencakup kebiasaan, motivasi, minat, bakat
2. Pengetahuan dan Pemahaman peseta didik
3. Kecerdasan meliputi apakah peserta didik samapi taraf tertentu
4. Perkembangan jasmani
Assalamualaikum wr wb, saya tertarik berdiskusi mengenai pertanyaan kedua yang menanyakan Apakah proses Penilaian sains diIndonesia sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku?
BalasHapusMenurut saya proses pembelajaran sains sudah berjalan sesuai dengan peraturan, mungkin belum maksimal karena kurangnya pengetahuan guru dalam pengolahan nilai. Namun setidaknya pendidik sudah berusaha menggunakan penialain dan instrumen sesuai dengan tuntutan k 13
menanggapi pertanyaan No 3, yg dimana pertanyaanya yaitu Apakah sama sistem penilaian proses pembelajaran sains dengan pembelajaran biasa? Kalau sama coba anda jelaskan, dan jika berbeda juga jelaskan?
BalasHapusmenurut saya sama yang dimana pembelajaran sains dan biasa itu sama sama menitikberatkan pada 3 aspek yang dimana aspek tersebut yaitu
1. Pembelajaran sains : Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep Sains,Keterampilan dan Proses, dan karakter dan sikap (sikap ilmiah)
dan
2.Pembelajaran Bias :Afektif (Sikap dan Nilai), Kognitif (Pengetahuan dan Pemahaman) dan Ranah Psikomotorik (Ketrampilan)
hanya saja penerapannya/pengaplikasiannya yang berbeda2
Apakah sama sistem penilaian proses pembelajaran sains dengan pembelajaran biasa? Kalau sama coba anda jelaskan, dan jika berbeda juga jelaskan?
BalasHapusmenurut sma namun ada beberapa hal yang berbeda, yaitu aspek penilainaya sains nya, yaitu
1. Knowledge Outcomes, merupakan penguasaan siswa terhadap substansi pengetahuan suatu mata pelajaran.
2. Reasoning Outcomes, yang menunjukkan kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuannya dalam melakukan nalar (reason) dan memecahkan suatu masalah.
3. Skill Outcomes, kemampuan untuk menunjukkan prestasi tertentu yang berhubungan dengan keterampilan yang didasrkan pada penguasaaan pengetahuan.
4. Product Outcomes, kemampuan untuk membuat suatu produk tertentu yang didasarkan pada penguasaan pengetahuan.
5. Affective Outcomes, pencapaian sikap tertentu sebagai akibat mempelajari dan mengaplikasiikan pengetahuan.
proses Penilaian sains diIndonesia sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar. karna menitik beratkan pada sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. menurut saya penilain secara sains sudah berlaku di Indonesia, tatapi.tergantung instansi sekolah memang menerapkannya atau tidak dan guru pun begitu, semua tergantung dari masing2 apakah mau mengikuti aturan yang ada, tetapi secara sistem di Indonesia sudah diterapkan. terima kasih
BalasHapuswasalamualaikum